HARI KEENAMBELAS
Hari ini, aku memilih untuk berhenti menuliskan tentangmu. Bukan karena rasanya sudah hilang. Tapi karena aku mulai sadar, tidak semua rasa harus diabadikan dalam kata-kata. Ada yang cukup disimpan, dirasakan, dan dijaga diam-diam di dalam hati. Iya… mungkin benar, cinta tidak selalu harus dituliskan. Kadang cukup dirasakan, tanpa perlu semua orang tahu seberapa dalam ia tumbuh. Ini bukan akhir dari rasa sayangku. Bukan juga akhir dari doa-doaku untukmu. Hanya saja, aku memilih untuk tidak lagi menceritakannya di sini. Aku ingin belajar mencintai dengan lebih tenang. Tanpa harus selalu dituangkan. Tanpa harus selalu dibuktikan dengan kata. Karena mungkin, ada hal-hal yang akan terasa lebih tulus ketika tidak diumbar, dan lebih berarti ketika hanya menjadi rahasia antara hati dan Tuhan. Aku sekarang lebih tenang, lebih memilih memasrahkannya pada Tuhan dan berdo'a untuk kebaikanmu dan kebaikanku. Kalau suatu hari nanti kamu kembali membaca semua ini, aku ingin kamu tahu, aku pernah ...