Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2025

Rencana Yang Kuasa

Ada masa di hidupku ketika aku begitu yakin dengan pilihanku sendiri. Aku mengira doa-doa yang kulangitkan adalah jawaban terbaik untuk hidupku. Aku mengikat harapan pada sesuatu yang kuanggap akan membawa bahagia. Dengan segala keyakinan, aku menapaki jalan itu. Namun pada akhirnya, takdir berkata lain. Awalnya, aku merasa kecewa. Hatiku menolak, pikiranku bertanya-tanya: “Mengapa tidak sesuai dengan yang kuinginkan, ya Allah? Bukankah aku telah berdoa? Bukankah aku percaya bahwa inilah jalan terbaik?” Pertanyaan itu menggema di dadaku, menumbuhkan rasa getir yang sulit kuuraikan. Waktu pun berjalan. Di sela luka dan rasa putus asa yang sempat mengintai, perlahan aku belajar satu hal: bahwa yang menurutku baik, belum tentu benar-benar baik untukku. Sedang yang menurut Allah baik, pasti itulah sebaik-baiknya jalan. Meski langkahku tertatih, meski hatiku belum sepenuhnya rela, aku mulai memahami sedikit demi sedikit. Allah tidak pernah meninggalkan hamba-Nya sendirian. Jalan yang tampak...

Keberanian Baru

Aku bukan tipe orang yang mudah berbicara di depan umum. Bisa dibilang, aku cukup pendiam, aku lebih suka beraktivitas di belakang layar.  Dunia panggung terasa jauh dari kehidupanku sehari-hari. Namun, suatu hari ada kejadian yang mengubah cara pandangku tentang keberanian. Sore itu, rumahku kedatangan tamu, Pak RT beserta wakilnya. Aku tidak menyangka kedatangan mereka membawa kabar yang mengejutkan: aku diminta mewakili RW untuk mengikuti lomba pidato tingkat desa. Perasaanku campur aduk. Kaget, bingung, dan tentu saja malu. Aku sempat menolak dengan jujur, “Aku gak bisa, aku malu, Pak…” Tapi mereka tidak menyerah. Mereka berkata, “Anggap saja ini pengalaman. Tidak ada ruginya mencoba.” Kata-kata itu menancap dalam benakku. Akhirnya, meski dengan keraguan, aku mengiyakan. Hari-hari menuju lomba terasa menegangkan. Aku berlatih sambil melawan rasa takut. Namun saat tiba waktunya berdiri di atas panggung, aku sadar bahwa keberanian bukan berarti tidak ada rasa takut. Keberanian ad...

Kau dengannya

Kamu adalah nyala api yang memperjuangkan seseorang dengan segenap cahaya, sedangkan aku hanyalah bara kecil yang berusaha tidak padam saat melihatmu menyinari yang lain. Kamu melangkah seperti matahari menuju cakrawala, teguh, hangat, penuh daya, sementara aku hanya bayangan senja yang belajar menerima bahwa indahku hanya sebentar. Aku tidak marah, bagaimana bisa? Cintaku padamu tak mengenal murka. Aku justru berjuang untuk menenangkan dadaku sendiri, agar tidak runtuh saat setiap tatapmu selalu berlari pada dirinya. Kamu memperjuangkan dia dengan segenap jiwa, dan aku memperjuangkan diriku agar tetap tenang, seperti laut yang menyembunyikan gelombang meski di dalamnya badai bergemuruh. Kamu adalah bunga yang mekar di taman orang lain, sedangkan aku hanyalah embun yang jatuh di tanah kering, berharap sekali saja kau menyadari keberadaanku. Namun, meski tak pernah kamu lihat, aku tetap bersyukur sempat ada di bawah langit yang sama denganmu. Maka biarlah, aku memilih mencintaimu dengan...