Untuk Kamu
Aku nggak tahu kamu akan pernah baca ini atau tidak. Tapi kalau suatu hari kamu menemukannya, anggap saja ini aku yang sedang duduk di depanmu, berbicara pelan. Kamu tahu nggak, rasanya aneh sekaligus indah ketika untuk pertama kalinya aku merasa benar-benar dicintai. Bukan cuma sekadar kata-kata, tapi lewat doa, lewat cara kamu menyebut namaku dengan serius, lewat niat yang kamu ceritakan tentang masa depanmu itu. Aku masih ingat bagaimana kamu bilang ingin menjaga kemurnian Qur’an dan hadits. Maa Syaa Allah. Setiap kali kamu bicara tentang itu, aku selalu melihat sisi kamu yang berbeda, yang tenang, yang punya tujuan. Dan jujur, di situlah aku belajar mencintai kamu dengan cara yang lebih dewasa. Bukan cuma ingin memiliki, tapi ingin melihat kamu sampai pada mimpimu. Kalau nanti kamu benar-benar harus pergi tanpa kabar, mungkin aku akan merasa sepi. Aku pasti akan rindu. Tapi aku tidak ingin rindu itu berubah jadi beban untukmu. Aku ingin kamu fokus, melangkah tanpa merasa harus meno...