Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2026

Ragu yang turut hadir

Aku tidak jatuh cinta padamu secara tiba-tiba. Aku hanya perlahan terbiasa dengan kehadiranmu dengan caramu menyapa, dengan namamu yang lebih sering muncul di layar, dengan perasaan kecil yang awalnya kuanggap biasa. Tapi rasa memang jarang datang dengan suara gaduh. Ia tumbuh diam-diam, di sela percakapan ringan, di balik perhatian yang tak pernah benar-benar berjanji. Aku mulai menyukaimu saat aku tidak lagi menunggu pesan dari siapa pun selain darimu. Saat satu notifikasi darimu lebih bermakna dari banyak kata orang lain. Dan di situlah ragu mulai ikut hadir. Karena aku tidak tahu apakah aku istimewa bagimu, atau hanya satu dari banyak orang yang kamu perlakukan dengan hangat. Kadang kamu terasa dekat, kadang terasa jauh.  Kadang aku merasa dipilih, dang aku sadar mungkin aku hanya sedang berada di waktu yang tepat saat kamu butuh teman bicara. Aku ingin percaya, tapi aku juga takut berharap terlalu jauh. Aku terlanjur suka. Dan menyukai seseorang tanpa kepastian itu seperti ber...