Rencana Yang Kuasa
Ada masa di hidupku ketika aku begitu yakin dengan pilihanku sendiri. Aku mengira doa-doa yang kulangitkan adalah jawaban terbaik untuk hidupku. Aku mengikat harapan pada sesuatu yang kuanggap akan membawa bahagia. Dengan segala keyakinan, aku menapaki jalan itu. Namun pada akhirnya, takdir berkata lain.
Awalnya, aku merasa kecewa. Hatiku menolak, pikiranku bertanya-tanya: “Mengapa tidak sesuai dengan yang kuinginkan, ya Allah? Bukankah aku telah berdoa? Bukankah aku percaya bahwa inilah jalan terbaik?” Pertanyaan itu menggema di dadaku, menumbuhkan rasa getir yang sulit kuuraikan.
Waktu pun berjalan. Di sela luka dan rasa putus asa yang sempat mengintai, perlahan aku belajar satu hal: bahwa yang menurutku baik, belum tentu benar-benar baik untukku. Sedang yang menurut Allah baik, pasti itulah sebaik-baiknya jalan. Meski langkahku tertatih, meski hatiku belum sepenuhnya rela, aku mulai memahami sedikit demi sedikit.
Allah tidak pernah meninggalkan hamba-Nya sendirian. Jalan yang tampak buntu ternyata hanyalah persimpangan menuju arah lain, arah yang tak terpikirkan sebelumnya, tetapi justru lebih aman, lebih menenangkan, lebih menyelamatkan.
Aku belajar bahwa menerima takdir bukan perkara sehari semalam. Ada proses panjang di dalamnya: jatuh, bangkit, menolak, lalu mencoba merelakan. Namun setiap kali aku kembali pada Allah, hatiku menemukan sepotong ketenangan baru. Seakan Allah ingin berbisik: “Percayalah, rencana-Ku lebih indah dari apa yang kau bayangkan.”
Kini aku mengerti, tidak semua doa akan dijawab dengan “ya”. Ada doa yang diganti, ada pula yang ditunda, dan ada yang diarahkan pada kebaikan yang jauh lebih besar daripada yang kuharapkan. Dan di situlah letak kasih sayang-Nya: menjaga agar aku tidak tersesat oleh rencanaku sendiri.
Rencana yang kuasa selalu lebih indah daripada rencana seorang hamba. Dan tugas seorang hamba hanyalah berusaha, lalu menyerahkan hasilnya. Sebab ketika aku memilih jalan yang membawa pada Allah, itulah jalan keselamatan yang sejati.
Komentar
Posting Komentar