HARI KEDELAPAN
Sudah delapan hari tanpa kamu. Delapan hari belajar tidak mencari namamu di notifikasi. Delapan hari menahan diri untuk tidak bertanya, “kamu baik-baik saja, kan?”
Lucu ya… ternyata delapan hari bisa terasa panjang ketika seseorang sudah menjadi bagian dari rutinitas kecil dalam hidupmu.
Aku tidak marah. Tidak juga menyesal. Aku hanya sedang belajar menata rindu supaya tidak berubah menjadi ego. Karena aku tahu, di sana kamu sedang memperjuangkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar perasaan.
Kadang aku membayangkan kamu sedang sibuk, serius, mungkin lelah. Dan di sela-sela itu, aku berharap ada satu detik saja di mana kamu ingat bahwa ada seseorang yang diam-diam mendoakanmu agar semua berjalan lancar.
Aku masih di sini. Bukan untuk menuntut. Bukan untuk memaksa. Hanya untuk memastikan bahwa perasaanku tetap tumbuh dengan cara yang baik.
Kalau kamu bertanya apakah aku merindukanmu, jawabannya iya.
Tapi rindu ini tidak ingin mengganggu langkahmu.
Ia hanya ingin menjadi doa yang pelan.
Hari ke delapan…
dan aku masih belajar sabar, sambil percaya bahwa yang ditakdirkan tidak akan salah jalan.
-AN
Komentar
Posting Komentar