HARI KELIMABELAS

Aku sempat tidak menulis tentangmu kemarin.

Bukan karena lupa… tapi karena semalam mataku sudah mengantuk, dan tertidur. Hehe. Mungkin terlalu lelah memikirkanmu, ehe.

Di saat aku tidak menuliskan apa-apa, justru rindu itu tetap ada. Tidak berkurang, tidak juga hilang. 

Hari ini, aku kembali menulis.

Dan jujur, aku masih merindukanmu.

Rindu yang sederhana.

Rindu pada obrolan kecil kita.

Rindu pada caramu membuat hal biasa terasa berbeda.

Rindu lelucon darimu, yang selalu bisa mengobati laraku.

Kadang aku ingin bercerita banyak hal, seperti dulu.

Tapi sekarang aku hanya bisa menyimpannya,lalu menyebut namamu dalam doa.

Aku tidak tahu kamu sedang seperti apa di sana.

Apakah kamu baik-baik saja,

apakah kamu sempat mengingatku,

atau mungkin kamu sedang terlalu fokus dengan langkahmu sampai lupa melihat ke belakang.

Dan aku tidak ingin mengganggu itu.

Karena aku tahu, kamu sedang mengejar sesuatu yang lebih besar dari sekadar rindu kita.

Di satu sisi, aku ingin kamu ada.

Di sisi lain, aku ingin kamu berhasil.

Dan aku memilih yang kedua, meskipun harus berdamai dengan rasa rindu yang tidak bisa aku sampaikan.

Aku belajar satu hal hari ini,

bahwa mencintai tidak selalu tentang saling menyapa setiap hari.

Kadang tentang tetap mendoakan, bahkan saat tidak ada kabar sama sekali.

Kalau kamu di sana sedang berjuang,

aku di sini juga sedang belajar…

belajar menunggu tanpa menuntut,

dan merindukan tanpa mengganggu.

Aku masih di sini.

Tidak banyak berubah.

Hanya sedikit kuat. 

-AN

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Afraid

SATU BULAN

Berakhir?