HARI KEENAM

Hari ini hari keenam tanpa dirimu.

Dan hari ini juga aku bertambah usia..

Pagi tadi aku memutar lagi pesan suaramu. Ucapan sederhana itu “barakallah fii umrik yaa… semoga kamu panjang umur, sehat selalu, jadi perempuan sholihah yang berbakti kepada orangtua.”

Kalimat yang mungkin terdengar biasa, tapi entah kenapa pagi ini terasa berbeda. Lebih pelan. Lebih dalam.

Tahun ini memang baru pertama kalinya aku mengenalmu. Tidak panjang, belum lama. Tapi cukup untuk membuat namamu terselip di antara doa-doaku.

Aku sempat berharap… andai hari ini kamu ada di sini.

Bukan untuk hal besar. Hanya untuk duduk sebentar, mengucapkan doa itu secara langsung, lalu tersenyum seperti biasa.

Tapi hidup tidak selalu berjalan sesuai keinginan kecil kita, ya?

Hari keenam mengajarkanku sesuatu. Bahwa rindu bisa hadir bersamaan dengan kedewasaan. Bahwa menunggu bukan berarti berhenti hidup. Dan bahwa mencintai seseorang juga berarti memberi ruang pada takdir untuk bekerja.

Aku tidak tahu bagaimana dua bulan ini akan berlalu.

Aku tidak tahu apakah setelah ini cerita kita tetap sama atau berubah arah.

Untukmu, yang mungkin tidak membaca ini, terima kasih pernah hadir di awal tahun usiaku yang baru.

Walau hanya lewat suara.

Hari keenam.

Masih rindu.

Tapi lebih tenang.

-AN

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Afraid

SATU BULAN

Berakhir?