HARI PERTAMA

Hari pertama tanpa kabar darimu.

Aneh rasanya. Sunyi, tapi tidak sesakit yang dulu kubayangkan. Mungkin karena sejak awal aku sudah tahu, cepat atau lambat hari ini pasti datang. Hari di mana aku harus belajar tidak menunggumu lagi, tidak mendengar suaramu.

Aku tidak ingin menghitung berapa lama kamu pergi.

Karena kalau dihitung, dua bulan bisa terasa panjang sekali.

Aku hanya ingin belajar percaya…

bahwa jarak bukan tanda kehilangan,

dan diam bukan berarti berhenti peduli.

Kalau dulu aku berdoa agar kita tidak dipisahkan, hari ini doaku sedikit berubah.

Aku berdo'a pada Allah :

“Kalau dia memang untukku, jaga dia di mana pun dia berada.

Lindungi langkahnya, kuatkan niatnya.

Dan jaga hatiku agar tetap tenang, tanpa prasangka, tanpa takut berlebihan.”

Aku tidak sedang menggenggam erat.

Aku juga tidak benar-benar melepas.

Aku hanya menyerahkan.

Karena yang benar-benar ditulis untuk kita tidak akan tertukar.

Dan yang datang dengan niat baik, semoga selalu dijaga dalam kebaikan.

Hari ini aku memilih tenang.

Memilih percaya.

Memilih untuk tidak kalah oleh jarak.

Dan itu sudah cukup… setidaknya untuk hari ini.

Tapi jujur saja, setelah semua kata-kata yang terdengar kuat itu… aku tetap merindukanmu.

Dan mungkin, rindu ini adalah bagian dari caraku belajar sabar.

– AN 🤍

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Afraid

SATU BULAN

Berakhir?