HARI KESEMBILAN
Hari ini sebenarnya biasa saja.
Tidak ada kabar baru, tidak ada hal yang benar-benar berbeda.
Tapi entah kenapa, ada satu momen kecil yang membuatku tersenyum sendiri.
Tiba-tiba ibu bertanya tentang kamu.
Bukan pertanyaan yang dalam, bukan juga sesuatu yang serius.
Ibu cuma bilang, “Dek, mana foto si mas itu? ibu mau lihat.”
Aku sempat diam sebentar, lalu senyum.
Lucu ya…
padahal ibu tidak pernah bilang kangen.
Tapi dari cara beliau bertanya, rasanya seperti ada yang ikut merindukan tanpa perlu mengucapkan.
Mungkin karena selama ini aku sering sekali menyebut namamu di rumah.
Hampir setiap hari ada saja ceritaku tentang kamu.
Tentang hal kecil, tentang candaan, bahkan tentang hal-hal yang kadang tidak penting.
Dan tanpa sadar, kamu juga jadi bagian dari cerita di rumah ini.
Aku tidak tahu apakah kamu akan membaca ini atau tidak.
Tapi kalau kamu tahu, mungkin kamu akan tersenyum juga.
Bahwa di sini, ada seseorang yang diam-diam merindukan…
dan ada satu rumah kecil yang pernah mengenal namamu dari cerita-ceritaku.
Hari kesembilan.
Masih belajar terbiasa tanpa kabarmu.
Masih belajar menenangkan rindu dengan cara yang sederhana.
Dan ternyata, rindu itu tidak selalu tentang dua orang.
Kadang, ia bisa sampai ke orang-orang di sekitar kita… tanpa kita sadari. 🤍
-AN
Komentar
Posting Komentar