Masa lalu
Seiring bertambahnya usia, aku mulai menyadari bahwa setiap orang yang kutemui membawa cerita yang tidak terlihat.
Ada yang pernah gagal. Ada yang pernah menyakiti dan disakiti. Ada yang pernah berada di titik terendah dalam hidupnya. Bahkan mungkin ada yang sedang berusaha berdamai dengan masa lalu yang sampai hari ini masih membekas.
Dan aku pikir, tidak ada manusia yang benar-benar berjalan tanpa kesalahan.
Karena itu, aku selalu merasa bahwa setiap orang berhak untuk berubah.
Kadang kita mengenal seseorang dari cerita lama tentang dirinya. Kita mendengar bagaimana sikapnya dulu, kesalahan yang pernah ia lakukan, atau keputusan-keputusan yang pernah ia ambil. Tanpa sadar, kita menganggap bahwa dirinya hari ini masih sama seperti dulu.
Padahal waktu terus berjalan.
Manusia belajar.
Manusia bertumbuh.
Manusia berubah.
Aku tidak mengatakan bahwa masa lalu harus dilupakan begitu saja. Masa lalu tetaplah bagian dari perjalanan seseorang. Namun menurutku, tidak adil jika seseorang terus-menerus dihukum oleh versi dirinya yang sudah ia tinggalkan.
Bukankah kita semua juga pernah melakukan hal yang sekarang kita sesali?
Bukankah kita semua pernah menjadi pribadi yang berbeda dari hari ini?
Aku bersyukur karena dalam hidupku, Allah berkali-kali memberiku kesempatan untuk belajar dan memperbaiki diri. Banyak hal yang dulu kupikir benar, ternyata perlu diperbaiki. Banyak hal yang dulu membuatku malu ketika mengingatnya, tetapi justru menjadi pelajaran berharga untuk bertumbuh.
Karena itu, aku percaya bahwa perubahan adalah sesuatu yang mungkin terjadi pada siapa saja.
Seseorang yang hari ini terlihat baik mungkin pernah berada di masa yang sulit. Dan seseorang yang hari ini masih berjuang, bukan berarti akan selamanya berada di sana.
Kita tidak pernah benar-benar tahu seberapa keras seseorang berusaha memperbaiki dirinya. Kita tidak tahu berapa banyak doa yang ia panjatkan saat tidak ada seorang pun yang melihatnya.
Mungkin tugas kita bukan terus mengingat siapa seseorang di masa lalu, melainkan melihat siapa dirinya hari ini.
Sebab jika Allah saja membuka pintu taubat dan memberikan kesempatan bagi hamba-Nya untuk kembali, siapa kita sampai menutup kesempatan itu untuk sesama manusia?
Pada akhirnya, aku belajar bahwa manusia bukanlah masa lalunya.
Manusia adalah tentang bagaimana ia memilih untuk melangkah setelah semua yang telah terjadi.
Dan selama seseorang masih mau belajar, memperbaiki diri, serta mendekat kepada Allah, selalu ada harapan untuk menjadi lebih baik dari kemarin.
Karena setiap orang memiliki masa lalu.
Dan setiap orang berhak untuk berubah.
'Manusia terbaik bukanlah mereka yang tidak pernah salah, melainkan mereka yang tidak berhenti memperbaiki diri'
Komentar
Posting Komentar