Bagian Kedua - Pillihan
“Tidak ada kepastian dalam kehidupan kecuali kematian, sisanya kita yang memilih, menentukan jalan kita sendiri.” ~Ya Allah, Aku Pulang karya Alfialghazi
Semakin dewasa, aku mulai sadar kalau hidup memang dipenuhi pilihan. Dan lucunya, kadang yang paling melelahkan bukan kenyataannya, tapi bagaimana kita terus memikirkan “bagaimana kalau” dari setiap keputusan yang diambil.
Bagian Pilihan dari buku ini rasanya seperti mengingatkan kalau tidak semua orang akan mengerti isi kepala kita. Mereka mungkin hanya melihat hasil akhirnya, tanpa tahu bagaimana seseorang berjuang melawan pikirannya sendiri setiap hari.
Kadang kita terlihat baik-baik saja, padahal di dalam diri sedang ada banyak pertimbangan yang tidak bisa dijelaskan dengan mudah. Tentang memilih bertahan atau pergi. Memilih melepaskan atau memperjuangkan. Memilih mengikuti keinginan sendiri atau memenuhi harapan orang lain.
Dan jujur, menentukan pilihan memang tidak pernah benar-benar mudah.
Karena setiap pilihan selalu membawa sesuatu untuk dikorbankan.
Ada mimpi yang harus ditunda, ada hati yang harus belajar ikhlas, ada jalan yang ternyata tidak seindah bayangan kita. Tapi hidup tetap berjalan, dan pada akhirnya kita tetap harus melangkah ke salah satu arah.
Penulis mengatakan kalau setiap langkah kecil akan membawa kita menuju sesuatu. Karena sering kali manusia terlalu fokus pada tujuan akhir sampai lupa kalau dirinya sedang membangun masa depan dari langkah-langkah kecil yang dilakukan hari ini.
Bagian ini membuatku sadar kalau manusia sebenarnya tidak sedang mencari hidup tanpa masalah. Kita hanya ingin merasa tenang dengan pilihan yang kita ambil.
Walaupun takut. Walaupun ragu. Walaupun tidak tahu akhirnya akan seperti apa.
Dan mungkin itu kenapa hidup terasa sangat manusiawi. Karena di dalamnya selalu ada bahagia sekaligus air mata, harapan sekaligus kecewa. Tidak ada hidup yang benar-benar sempurna.
Tapi setidaknya, selama masih berjalan dan terus mencoba memperbaiki arah, mungkin kita belum benar-benar tersesat.
Komentar
Posting Komentar