Obat Rindu
Pagi tadi, kamu meneleponku lebih dulu. Kita berbincang untuk yang pertama kalinya setelah satu bulan berlalu.
Katanya untuk mengobati rindu, tapi ternyata malah membuat rinduku bertambah.
Aneh ya,
suaramu yang menenangkan, membuat hati ingin lebih lama tinggal.
Kita bebrincang seperti biasa, sederhana saja.
Tapi entah kenapa rasanya tetap berbeda.
Mungkin karena aku tahu,
di balik percakapan singkat itu,
ada jarak yang masih harus kita jalani.
...
Setelah telepon itu selesai,
aku sempat diam cukup lama.
Bukan karena sedih,
tapi lebih ke… banyak yang tiba-tiba aku pikirkan.
Tentang kamu dengan cita-citamu yang besar, yang sedang kamu kejar pelan-pelan di sana.
Dan tentang aku,
yang masih belajar memahami diri sendiri,
masih berjalan dengan langkah yang kadang ragu, kadang juga penuh tanya.
Jujur, sempat terlintas rasa tidak percaya diri.
Entah kenapa, tiba-tiba aku merasa jadi kecil di antara mimpi-mimpimu yang besar.
Rasanya seperti, kamu berjalan jauh ke depan,
sementara aku masih di sini…
mencoba mengejar versiku sendiri.
Kadang aku juga berpikir,
mungkin di sana kamu akan bertemu banyak orang baru.
Orang-orang yang lebih baik,
lebih sejalan dengan mimpimu,
bahkan mungkin lebih dari apa yang aku punya sekarang.
Dan anehnya, aku tidak ingin melawan pikiran itu terlalu jauh.
Karena aku sadar, setiap orang punya jalannya masing-masing.
Dan aku ingat pesanmu yang tidak boleh merendahkan diri sendiri dihadapan manusia.
...
Aku menyanyangimu.
Tapi aku tidak ingin menjadikan perasaan ini sebagai alasan untuk menahanmu.
Kalau kamu harus berjalan lebih jauh,
aku tidak ingin jadi sesuatu yang membuat langkahmu berat.
Kalau kamu menemukan bahagiamu di sana, aku turut bahagia… walaupun bukan aku bagian di dalamnya.
Dan kalau suatu hari nanti kamu kembali,
aku ingin itu bukan karena aku menunggu,
bukan karena kamu merasa tidak enak,
tapi karena kamu benar-benar memilih.
Memilih untuk kembali, dengan hati yang yakin.
Untuk sekarang, biarkan rindu ini tetap ada.
Dan untukmu, terimakasih sudah meluangkan waktu untukku, si perempuan yang masih banyak kurangnya ini.
Semoga Allah selalu menjagamu.
-AN
Komentar
Posting Komentar