Berbahagialah
Hari ini aku kembali belajar tentang rasa yang tidak bisa dipaksa pergi.
Kamu bilang ingin kembali fokus dulu mengejar cita-citamu, aku mengerti… meskipun ada bagian kecil di hati ini yang masih ingin lebih lama.
Tapi aku tidak ingin menjadi alasan yang membuat langkahmu tertahan.
Karena kalau boleh jujur, aku lebih ingin melihatmu sampai di tempat yang kamu impikan, dengan hati yang ringan dan tanpa beban. Aku selalu ingin melihatmu bahagia. Ada atau tidak adanya diriku.
Entah sejak kapan, rasanya jadi sesederhana ini… melihat kamu baik-baik saja sudah cukup menenangkan.
Bahkan tanpa harus selalu dekat, tanpa harus selalu saling menyapa.
Mungkin ini yang dinamakan cinta?
Ketika kebahagiaanmu terasa lebih penting daripada keinginanku sendiri.
Jadi untuk sekarang, biarkan kita berjalan di jalan masing-masing dulu.
Kamu dengan mimpimu yang sedang kamu kejar, dan aku di sini, menjaga perasaan ini dengan cara yang lebih tenang sambil berusaha juga mengejar cita-citaku.
Tidak perlu terburu-buru, tidak perlu dipastikan arahnya.
Karena beberapa hal, akan menemukan jalannya sendiri…
di waktu yang tepat.
Aku tidak ingin memaksamu melangkah sebelum kamu siap. Aku bersedia berjalan pelan, selama kita memang menuju arah yang sama.
Berbahagialah selalu.
-AN
Komentar
Posting Komentar