Ruang Hening - Tempat Paling Jujur
Ada satu tempat yang tak bisa dilihat siapa pun. Ia tak punya pintu, tak punya jendela, tak berbentuk ruang seperti pada umumnya. Tapi di sanalah aku merasa paling aman. Tempat itu aku sebut Ruang Hening.
Bukan karena tempatnya benar-benar sunyi, tapi karena di sanalah aku tak perlu pura-pura kuat. Tak ada penilaian, tak ada tuntutan, tak ada kata "kamu harus begini". Hanya ada aku, dan Allah yang Maha Mendengar.
Di Ruang Hening, aku bebas menangis tanpa suara. Bebas menyampaikan amarah tanpa takut dikira lemah, tanpa ada yang menghakimi.
Aku sering duduk di sana, hanya dengan hati yang remuk, tangan yang gemetar, dan jiwa yang lelah. Kadang tak ada kata, hanya air mata. Tapi anehnya, justru di situlah aku merasa paling dimengerti.
Orang-orang mungkin hanya melihat senyumku. Tapi mereka tak tahu, betapa sering aku kembali ke ruang ini. Karena hanya di ruang ini, aku benar-benar bisa menjadi diriku.
Mungkin malam ini bukan akhir dari segalanya. Masih banyak yang belum bisa aku tuliskan, masih ada luka yang belum berani kujamah. Tapi untuk saat ini, biarlah sampai di sini dulu.
Aku akan kembali ke Ruang Hening ini, saat dunia terasa terlalu bising dan hati kembali butuh tempat pulang.
Komentar
Posting Komentar