Ruang Hening - Kesepian
Sepi. Kata yang terdengar sederhana, tapi memiliki kekuatan yang menghancurkan dari dalam. Sepi bukan hanya tentang tidak ada orang di sekitar. Kadang, meskipun ada banyak orang, hati ini tetap terasa hampa.
Aku tidak tahu kapan perasaan ini mulai datang. Mungkin saat senyuman mulai terasa palsu, atau ketika suara tawa hanya menjadi kebisingan yang tidak mengisi kekosongan di dalam diri. Aku sering merasa sendiri, bahkan ketika dikelilingi orang-orang. Rasanya seperti ada tembok tak terlihat yang memisahkan aku dengan dunia.
Sakit sendirian, sedih sendirian. Tidak ada yang benar-benar tahu, dan aku pun tak tahu bagaimana cara menjelaskannya. Kadang aku ingin berteriak, ingin mengatakan pada dunia bahwa aku butuh didengar, tapi suara itu terjebak di dalam hati.
Astaghfirullah, aku beristighfar, mencoba mengingat Allah, mencoba meraih ketenangan di tengah badai perasaan. Aku tahu Allah selalu ada. Tapi aku juga manusia, yang terkadang rapuh, yang terkadang merasa kehilangan arah.
Mungkin tulisan ini adalah caraku berbicara tanpa takut dihakimi. Caraku melepaskan semua rasa yang menyesakkan dada. Aku hanya ingin meluapkan, bukan untuk dikasihani, tapi untuk melepaskan beban yang selama ini terus aku pendam.
Jika ada yang membaca ini, mungkin aku hanya ingin kamu tahu, aku sedang berjuang. Berjuang melawan sepi, berjuang menemukan cahaya di tengah gelap. Dan aku berharap, suatu hari, aku bisa menemukan ketenangan yang sesungguhnya.")
Komentar
Posting Komentar