Bukan tak ingin,,,

Ada kalanya hidup berjalan tak seperti harapan. Saat hati diuji, tubuh lelah, dan pikiran tak menentu. Mungkin itu yang sedang kamu rasakan kini.

Aku tahu, aku bukan siapa-siapa. Bahkan untuk sekadar hadir dan menyapa pun aku tak punya keberanian. Tapi dari jauh, di tempat yang sama, aku sempat berharap kita dipertemukan. Walau hanya sekejap mata, sekadar memastikan bahwa kamu baik-baik saja.

Aku tidak datang, bukan karena tak peduli. Hanya saja, ada batas yang tak bisa kugenggam. Tapi sungguh, dalam diam, aku mendoakan. Semoga kamu kuat, semoga hatimu tetap lembut. Karena Allah tidak akan membiarkan hamba-Nya sendiri dalam ujian.

Mungkin aku hanya bisa menyemai doa, tak terlihat, tapi nyata. Dan semoga itu cukup sebagai bentuk perhatian yang tidak meminta balasan.

Aku tahu, kamu sedang menahan banyak hal dalam diam. Tentang rasa cemas yang datang tiap kali mengingat sosok yang kamu cintai sedang terbaring lemah. Tentang lelah yang tak bisa kamu bagi karena kamu terlalu pandai menyimpan semuanya sendiri.

Aku tak bisa hadir secara nyata di sampingmu. Bahkan sekadar kalimat “semoga baik-baik saja” pun mungkin tak pantas aku sampaikan langsung. Tapi sungguh, dalam setiap senyapku, ada doa yang kupanjatkan: semoga hatimu dikuatkan, dan semoga Allah memberi kesembuhan untuk seseorang yang sangat berarti bagimu.

Allah tahu hatimu. Dia tidak pernah tidur, tidak pernah lupa, dan tidak akan membiarkanmu berjalan sendirian. Jadi, jika langkahmu terasa berat hari ini, tak apa—beristirahatlah sejenak, lalu lanjutkan dengan harapan.

Semoga kelak, semua yang kau hadapi hari ini menjadi sebab turunnya rahmat-Nya yang luas. Dan semoga, jika takdir mengizinkan, aku bisa menjadi saksi dari senyummu yang kembali pulih.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Afraid

SATU BULAN

Berakhir?