Untuk seseorang yang ku kagumi

Di antara ribuan wajah yang berlalu-lalang dalam hidup, Allah pertemukan pandanganku padamu. Aku tak tahu apa maksudnya, hanya saja, sejak saat itu, hatiku menyimpan namamu dalam diam.

Engkau, dengan akhlakmu yang lembut, dengan ilmu yang kau genggam erat, dengan kesabaran yang terpancar dari caramu berbicara—membuatku berkaca pada diriku sendiri. Aku yang penuh kekurangan, aku yang masih jauh dari kata layak, merasa begitu kecil di hadapan cahayamu yang Masya Allah begitu terang.

Kadang aku bertanya pada diri sendiri, mengapa aku harus menyimpan rasa ini? Aku tahu, perasaan tanpa arah hanya akan menjadi ujian yang melelahkan. Aku sadar, aku tak boleh menjadikan kekaguman sebagai alasan untuk merendahkan diri. Maka, aku memilih untuk mengubahnya menjadi doa. Sebab, jika Allah mengizinkanku mengenal seseorang sepertimu, mungkin bukan untuk bersanding, tapi agar aku belajar.

Belajar menjadi pribadi yang lebih baik, lebih dekat kepada-Nya. Agar jika suatu hari takdir-Nya menuliskan cerita kita dalam halaman yang sama, aku bisa hadir sebagai seseorang yang lebih pantas. Dan jika tidak, setidaknya aku telah menjadi lebih baik karena pernah mengagumi seseorang sepertimu.

Karena sejatinya, rasa ini bukan untuk dimiliki, tapi untuk menempa diri. Dan aku percaya, yang Allah takdirkan akan menemukan jalannya, bagaimana pun caranya.

Semoga engkau selalu dalam penjagaan-Nya. Semoga Allah mempertemukan kita dengan takdir terbaik, di waktu terbaik, dengan cara yang paling Allah ridhoi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Afraid

SATU BULAN

Berakhir?