Mulai dengan Mencintai Allah
Saya baru sadar beberapa waktu belakangan bahwa mencintai diri sendiri itu bukan hal yang mudah, tapi sangat penting. Selama ini, saya sering merasa kekurangan dan berpikir bahwa saya nggak cukup baik, bahkan merasa seperti beban buat orang lain. Saya sangat perasa, apa-apa dipikirkan, dan selalu merasa khawatir tentang pandangan orang terhadap saya. Ini membuat saya merasa tidak berguna dan terkadang sangat sulit untuk menerima diri.
Namun, seiring waktu, saya mulai menyadari bahwa saya adalah ciptaan Allah yang sempurna dalam segala kekurangan saya. Bagaimana bisa saya benci atau merasa buruk terhadap diri sendiri, padahal saya tahu saya punya Allah yang selalu ada di sisi saya? Saya pun berpikir, "Kalau saya nggak bisa sayang sama diri saya sendiri, gimana orang lain bisa sayang ke saya?" Dari sini, saya mulai mencoba untuk lebih menyayangi diri saya.
Salah satu hal yang menyadarkan saya adalah ketika saya mengalami sakit lambung yang kambuh lagi. Saat itu, seorang mantri memberi tahu saya bahwa kebiasaan memendam perasaan bisa memperburuk kondisi lambung saya. Saya baru sadar bahwa menjaga diri bukan hanya soal menerima kekurangan, tapi juga peduli terhadap kesehatan fisik dan mental saya sendiri. Saya terlalu banyak memikirkan pandangan orang lain, sampai lupa untuk mendengarkan tubuh dan hati saya sendiri.
Langkah pertama yang saya coba adalah bersyukur. Dengan bersyukur, saya belajar untuk fokus pada hal-hal yang sudah Allah beri, tanpa terus-menerus mengkhawatirkan apa yang dipikirkan orang lain. Saya mulai menerima bahwa saya nggak harus sempurna untuk bisa mencintai diri sendiri. Bahkan, kekurangan dalam diri saya justru mengajarkan saya untuk lebih sabar dan menerima proses.
Saya juga mulai belajar untuk berbicara, meskipun awalnya terasa sulit. Saya tahu, tidak semua orang bisa memberikan respons yang saya harapkan, tetapi itu bukan alasan untuk berhenti berbagi. Mencintai diri sendiri berarti memberi ruang bagi diri sendiri untuk didengar, tanpa takut dianggap lemah atau menyusahkan orang lain.
Pada akhirnya, saya sadar bahwa mencintai diri sendiri tidak harus menunggu sampai saya menjadi sempurna. Saya bisa mulai dengan menerima diri apa adanya, memahami keterbatasan saya, dan percaya bahwa saya layak untuk dihargai—bukan hanya oleh orang lain, tapi juga oleh diri saya sendiri.
Dan jika terasa sulit untuk mencintai diri sendiri, maka mulailah dengan mencintai Allah. Dengan mencintai-Nya, cinta itu akan tumbuh dengan sendirinya, dan mencintai diri sendiri pun menjadi lebih mudah.
Komentar
Posting Komentar