Melepaskan?
Terkadang, hati kita terikat pada sesuatu yang kita harapkan menjadi bagian dari masa depan. Kita menyusun rencana, membangun angan, dan diam-diam menaruh harapan yang mungkin tak pernah disadari oleh orang lain. Namun, seiring waktu, kita dihadapkan pada kenyataan bahwa tidak semua yang kita genggam ditakdirkan untuk tetap tinggal.
Melepaskan bukan berarti menyerah. Melepaskan adalah bentuk lain dari berserah, percaya bahwa ada hal yang lebih baik yang Allah persiapkan. Mungkin yang kita inginkan saat ini bukanlah yang terbaik, dan mungkin apa yang terbaik belum kita pahami saat ini.
Ada saatnya kita merasa berat, merasa kehilangan sesuatu yang bahkan belum benar-benar menjadi milik kita. Tapi bukankah Allah adalah sebaik-baiknya perencana? Jika sesuatu memang tertulis dalam takdir kita, ia akan datang dengan cara yang tak pernah kita duga. Jika tidak, maka melepaskannya adalah bagian dari perjalanan menuju sesuatu yang lebih baik.
Maka hari ini, aku belajar untuk merelakan. Bukan karena rasa itu tidak berarti, tapi karena aku percaya, yang terbaik tidak akan pernah tertukar. Aku memilih untuk menjaga hati ini dengan doa, bukan dengan penyesalan. Sebab yang Allah siapkan, insyaAllah lebih indah dari apa yang pernah aku bayangkan.
- Dari seseorang yang mencoba melepaskan yang bukan menjadi takdirnya.
Komentar
Posting Komentar