Ketika Hati Berbisik

Kadang, hal kecil yang tak terduga bisa meninggalkan jejak di hati. Sebuah isyarat sederhana, sekilas perhatian yang mungkin tanpa maksud apa-apa, namun cukup untuk membuat seseorang tersenyum tanpa sadar.

Aku tahu, aku tak seharusnya terlalu larut dalam perasaan ini. Mungkin itu hanya kebetulan, mungkin tak ada makna lebih di baliknya. Tapi hati ini, seperti biasa, selalu punya caranya sendiri untuk berbisik lirih.

Aku menertawakan diriku sendiri—betapa mudahnya aku bahagia karena hal sekecil ini. Namun di sisi lain, aku juga menegur diri sendiri agar tetap menjaga batas. Jika memang rasa ini ada untuk diuji, maka biarlah ia tumbuh dalam doa, bukan dalam angan yang tak tentu arah. Jika memang ada sesuatu yang dituliskan Allah di antara kita, maka tanpa aku perlu berusaha memaksa, takdir akan menuntunnya pada jalannya.

Maka hari ini, aku hanya ingin bersyukur. Untuk rasa yang hadir, untuk doa yang semakin lirih kupanjatkan, dan untuk ketetapan-Nya yang selalu lebih indah dari segala rencana.

Karena apa pun yang terjadi, aku yakin, Allah telah mengatur segalanya dengan sempurna.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Afraid

SATU BULAN

Berakhir?