Kamu yang Ku Sematkan dalam Do'a
Aku tak tahu apa yang sedang Allah tuliskan untukku.
Namun, di antara sekian nama yang hadir dalam hidup, entah mengapa, namamu yang selalu menetap di hati.
Aku tak pernah meminta hati ini bergetar setiap kali melihat caramu bersikap.
Tak pernah kupinta jemari ini ingin menuliskan tentangmu.
Tapi, di setiap hariku, ada tanya yang tak kunjung reda—apakah kau merasakan hal yang sama?
Aku membaca setiap kata yang kau tinggalkan di layar, merenungkan setiap tanggapan yang kau berikan, berharap menemukan jawaban di sela-sela kalimatmu.
Kadang kau hangat, kadang kau jauh, dan aku hanya bisa menduga-duga tanpa benar-benar tahu.
Jika rasa ini hanya ujian hati, biarlah ia menjadi jalan menuju keikhlasan.
Jika ini hanya kekaguman semata, biarlah ia tetap menjadi kebaikan yang tidak melebihi batasnya.
Namun, jika ini bagian dari takdir yang telah tertulis, maka aku serahkan segalanya pada-Nya.
Aku tak akan memaksa takdir untuk menyingkap rahasianya lebih cepat.
Biarlah semuanya mengalir dalam doa, dalam harapan yang kutitipkan kepada Allah, karena hanya Dia yang tahu, ke mana akhirnya perasaan ini bermuara.
Komentar
Posting Komentar