Antara Ikhlas dan Ridho

Kepada hati yang masih belajar memahami…

Berapa kali kita berkata “aku sudah ikhlas,” namun di dalam hati masih tersisa tanya: Mengapa harus aku yang mengalami ini?


Ikhlas… adalah ketika kita melepaskan sesuatu karena sadar bahwa itu memang bukan milik kita. Kita berusaha menerima takdir yang Allah gariskan. Tapi ridha… lebih dalam dari sekadar menerima. Ridha adalah ketika hati tidak lagi menoleh ke belakang, tidak lagi bertanya “kenapa,” tidak lagi menyimpan sesal. Ridha adalah ketika kita benar-benar percaya bahwa segala yang Allah tetapkan adalah yang terbaik, tanpa syarat dan tanpa penyesalan.

Namun, perjalanan menuju ridha bukanlah sesuatu yang instan. Ada tangisan yang harus diredam, ada doa yang terus dipanjatkan, ada hati yang perlahan belajar untuk lapang. Sebab, tidak semua yang hilang adalah kerugian, dan tidak semua yang tertunda adalah sebuah kegagalan.

Jika saat ini masih ada luka yang kau pendam, masih ada perasaan yang belum tuntas, jangan terburu-buru menyebut dirimu sudah ikhlas. Biarkan waktu membimbingmu, biarkan keyakinan terhadap takdir-Nya tumbuh seiring langkahmu. Sampai suatu saat, kau akan menyadari bahwa yang dulu begitu menyakitkan kini terasa ringan. Bukan karena kau melupakan, tapi karena hatimu telah menerima.

Semoga kita tidak hanya menjadi hamba yang sekadar ikhlas, tapi juga yang ridha atas setiap ketetapan-Nya. Karena dengan ridha, hati akan benar-benar tenang, tanpa beban, tanpa keluhan.


Dari seseorang yang juga sedang belajar meridhoi setiap ketetapan Allah…

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Afraid

SATU BULAN

Berakhir?